Welcome Guys

Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Siapakah Osama Bin Laden?

Osama pertama kali menikah dengan sepupunya asal Suriah pada usia 17 tahun. Ia mempunyai 17 anak dari lima perempuan yang dinikahinya.

Dalam kultur bangsa Arab, Osama boleh disebut tokoh militan paling ekstrim. Dia bukan saja menunjukkan sikapnya dengan cara "membangkang" hegemoni kaum "kafir" melalui seruan yang disiarkan lewat video yang ditayangkan jaringan televisi internasional dan internet, tetapi dirinya juga memimpin langsung "pemberontakan" semesta melawan "kaum kafir" lewat perlawanan bersenjata yang penuh darah.

Demi menantang Amerika Serikat yang dianggapnya 'kafir', Osama bin Laden mendalangi serangan-serangan militan yang paling mematikan dalam sejarah yang pada gilirannya memantik kemarahan dan aliansi global untuk mengobarkan perang demi nyawanya.
 
Pria yang berada di belakang serangan bunuh diri 11 September 2001 atas New York yang baru saja dilaporkan tewas oleh pejabat AS Minggu waktu AS, adalah musuh bebuyutan mantan Presiden AS, George W Bush yang pernah bersumpah akan menangkapnya hidup atau mati.
 
Bin Laden yang juga menyerang penerus Bush, Barrack Obama, menolak awal baru dengan dunia Islam yang ditawarkan Presiden AS berdarah Afrika itu dan menanggap pidatonya dengan menyebarkan 'benih-benih kebencian dan balas dendam terhadap Amerika'.
 
Selama ini dia diyakini bersembunyi di Pakistan, di gua-gua pegunungan atau bahkan di perkotaan yang ramai. Menjelang ajalnya, Bin Laden diyakini mulai kehilangan kendali atas operasi Alqaeda di Afghanistan karena terus ditekan militer AS.
 
Alqaeda sendiri telah berkembang di Yaman, Irak, hingga Afrika Utara dan mengilhami serangan mematikan mulai Bali, Inggris, sampai AS di mana pada desember 2009 seorang bocah Nigeria berusaha meledakkan sebuah pesawat yang sedang menuju Detroit dengan sebuah bom yang disembunyikan di selangkangannya.
Meski tetap menjadi tokoh utama Alqaeda, bin Laden telah mengubah pola kepemimpinannya, dari sebuah organisasi militer menjadi corong propaganda yang menghasut kelompok-kelompok tertentu untuk menyerang target-target Barat.

Berjenggot panjang dengan ekspresi wajah yang sayu, bin Laden menjadi salah satu orang yang paling gampang dikenali di Bumi. Untuk kepalanya, AS menawarkan hadiah 25 juta dollar.
Para pejabat AS mengatakan mereka telah menyimpan jenazah bin Laden dan sekaligus mengumumkan berakhirnya perburuan terbesar dalam sejarah yang melibatkan ribuan tentara AS dan puluhan ribu pasukan Pakistan di sepanjang pegunungan perbatasan dengan Afghanistan.

Tetapi, terlepas dari berbagai penilaian terhadap Bin Laden yang dikutuk sebagai teroris, pembantai masal, sekaligus pahlawan, dia harus diakui telah mengubah alur sejarah. 

Perang asimetris

AS dan sekutunya yang telah menuliskan kembali doktrin keamanannya, berusaha menyesuaikan diri dengan pendekatan baru dalam keamanan.

AS harus berubah dari gaya keamanan yang mengantisipasi konflik antarnegara ala Perang Dingin menjadi bentuk perang baru yang disebut 'perang asimetris' lintas negara melawan kelompok-kelompok kecil militan Islam.

Senjata Alqaeda bukan tank, kapal selam, atau kapal induk, melainkan alat-alat yang gampang ditemukan dalam kehidupan modern seperti internet yang digunakan untuk menyebarkan propaganda, pelatihan, dan rekrutmen.

Tetapi bagi bin Laden sendiri senjata yang paling fenomenal adalah penggunaan 19 pembajak pesawat yang kemudian mengubah pesawat penumpang yang mereka bajak menjadi peluru kendali yang menghantam gedung WTC dan Pentagon yang menjadi simbol ekonomi dan militer AS.

Hampir 3.000 orang tewas ketika dua pesawat menghantam WTC di New York, pesawat ketiga menghantam Pentagon, sementara pesawat keempat jatuh di wilayah pemukiman Pennsylvania setelah para penumpang dengan gagah berani melawan para pembajak.

"Amerika telah dihantam oleh Allah tepat pada salah satu organnya yang paling penting," kata bin Laden dalam sebuah pernyataan, satu bulan setelah serangan 11 September. Ia mengajak kaum muslim untuk bangkit dan bergabung dalam perang global antara "kaum beriman melawan kaum kafir".

Dalam pesan video dan suara, tujuh tahun setelah serangan itu, pemimpin Aqaeda itu terus memojokkan Washington dan para sekutunya.

Perdebatan tentang dia mewarnai semua topik dari Perang Irak hingga politik dalam negeri AS, dari krisis perumahan AS hingga perubahan iklim.

Akan tetapi selama hampir tiga tahun jarang antara rilis pesan videonya dengan pembuatannya membangkitkan spekulasi bahwa dia telah sekarat akibat penyakit ginjal atau bahkan tewas, tetapi pada September 2007 bin Laden tampil di layar kaca dan mengatakan bahwa AS adalah negara yang rentan terhadap serangan.
 
Putera miliuner

Lahir di Arab Saudi pada 1957, bin Laden adalah salah seorang dari 50 putera-puteri Mohamed bin Laden, seorang pengusaha kaya di negara kaya minyak itu.

Ayahnya meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika Osama masih kecil. Kecelakaan itu tampaknya terjadi karena kelalaian sang pilot berkewarganegaraan AS.

Osama pertama kali menikah dengan sepupunya asal Suriah pada usia 17 tahun. Ia mempunyai 17 anak dari lima perempuan yang dinikahinya.
Menjadi bagian dari keluarga pebisnis kontruksi perminyakan, Osama adalah bocah pemalu dan anak biasa yang meraih gelar di bidang teknik sipil.

Pada 1979 dia pergi ke Pakistan untuk ikut berperang melawan Uni Soviet yang menginvasi Afghanistan. Ia mengumpulkan dana di kampung halamannya sebelum berangkat bertempur di garis depan Afghanistan dan membangun kamp militer di sana.

Menurut beberapa akuntan, ia membantu mendirikan Alqaeda di di hari-hari terakhir Soviet di Afghanistan.  Steve Coll dalam bukunya 'The Bin Ladens" menulis bahwa tewasnya Salem, saudara tiri Osama, merupakan faktor penting dalam proses radikalisasi Osama.

Bin Laden mengutuk keberadaan tentara AS di Arab Saudi yang dikirim untuk mengusir Irak dari Kuwait setelah tahun 1990.

Menurut Osama, masyarakat Islam adalah korban terorisme global yang dimotori AS.  Ia mengajak para pejuang untuk melawan AS.
 
Jejak Alqaeda

Alqaeda memulai serangannya pada 1993 dengan membom WTC dan membunuh enam orang.  Serangan itu untuk pertama kali memantik isu ektrimis Islam di AS.
Bin Laden juga diduga menjadi aktor utama di belakang serangan bom terhadap tentara AS di Arab Saudi pada 1995 dan 1996 serta pemboman atas Kedutaan AS di Kenya dan Tanzania pada 1998 dan membunuh 224 orang.

Pada Oktober 2000 sebuah serangan bom bunuh diri yang diduga dilakukan Alqaeda menghantam kapal perang USS Cole di Yaman sehingga membunuh 17 pelaut AS.
Tidak diakui oleh keluarganya dan status kewarganegaraanya dicabut oleh Arab Saudi, membuatnya harus mengungsi ke Sudan pada 1991. Belakangan ia melarikan diri ke Afghanistan sebelum Taliban menguasai Kabul pada 1996.

Dengan harta kekayaanya, kemurahan hati, serta ideologi radikal yang sama, bin Laden dengan serta merta disambut hangat oleh Taliban.
Dari Afghanistan, bin Laden mengeluarkan fatwa serangan terhadap tentara AS dan menjalankan kamp pelatihan militer.

Ia merekrut pejuang dari Asia Tenggara, Selatan, dan Tengah serta bahkan Eropa yang punya kebencian sama terhadap AS, Israel, serta berbagai negara muslim moderat.
Mereka ingin mengembangkan ajaran Islam yang lebih fundamentalis.

Setelah serangan atas dua keduataan besar AS di Afrika pada 1998, AS mengirim belasan peluru kendali ke Afghanistan untuk menyasar kamp pelatihan militer Alqaeda.
Taliban akhirnya dipaksa membayar mahal setelah 11 September karena AS melancarkan operasi militer dan menguasai Afghanistan.

Tora Bora

Alqaeda kemudian semakin rapuh setelah banyak pejuangnnya tewas atau tertangkap.
Menurut beberapa laporan, ia hampir tewas oleh serangan bom besar-besaran AS di kawasan pegunungan Tora Bora tetapi lolos ke Pakistan.

Namun Perang Irak yang dimulai pada 2003 memberi angin surga bagi Osama yang mendapat banyak pejuang baru yang meanggap serangan AS ke Irak adalah serangan terhadap  komunitas Islam secara keseluruhan.

Meski berada dalam perlindungan Taliban di barat laut Pakistan, bin Laden ternyata membangun hubungan dengan para militan di Asia Selatan dan mendukung revolusi berdarah melawan pemerintah di Islamabad.
KOMPAS.com
12:46 AM | 0 comments | Read More

Benarkah AS menggunakan Helikopter "Siluman"?

DedagNews - Direktur CIA Leon Panetta menyebutkan, dua helikopter Blackhawk digunakan untuk mengangkut tim penyerang rumah Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, Senin lalu. Namun, reruntuhan helikopter yang jatuh sama sekali tak menunjukkan ciri-ciri helikopter Blackhawk.

Foto-foto reruntuhan helikopter AS yang jatuh dan kemudian diledakkan oleh anggota pasukan khusus Navy SEALs membuat heboh kalangan pengamat dunia penerbangan di internet. Sisa-sisa bagian ekor, yang menunjukkan baling-baling belakang, sirip tegak, dan sayap horizontal, sama sekali tak menunjukkan ciri-ciri bagian ekor helikopter MH-60 Blackhawk, yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan khusus AS.
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah di bagian sayap horizontal. Pada Blackhawk biasa, bagian sayap ini berbentuk membulat di bagian depan seperti umumnya sayap pesawat terbang, dengan guratan garis-garis melintang di sepanjang sayap. Sementara di reruntuhan helikopter ini, ciri-ciri bentuk sayap Blackhawk itu tak ditemukan.

Alih-alih, bagian helikopter di Abbottabad ini justru mengingatkan pada bentuk khas pesawat-pesawat "stealth", seperti F-117, yakni permukaan yang mulus berlapis bahan berwarna gelap, dengan bentuk-bentuk menyudut di bagian sisi. Di bagian motor baling-baling terdapat lapisan penutup menyerupai perisai. Jumlah bilah baling-baling pun lebih banyak daripada jumlah bilah baling-baling Blackhawk standar.
Seketika muncul dugaan, pasukan khusus yang menyerbu rumah Osama itu datang menggunakan helikopter baru berteknologi siluman, yang belum pernah diketahui publik.

"Sekarang kita tahu mengapa sulit mengidentifikasi helikopter yang jatuh itu. Itu adalah helikopter siluman yang dikembangkan secara rahasia, yang kemungkinan adalah versi modifikasi lanjut dari seri H-60 Blackhawk," tutur Bill Sweetman, editor majalah penerbangan Aviation Week. 

Tak terdeteksi

Bahan pelapis dan bentuk-bentuk menyudut khas pesawat siluman itu bertujuan untuk memperkecil bidang pantul radar sehingga pesawat ini sulit dideteksi radar. Sementara jumlah bilah baling-baling yang lebih banyak dan lapisan penutup baling-baling, menurut Sweetman, bertujuan mengurangi kebisingan suara khas helikopter. "Bilah baling-baling yang lebih banyak mengurangi suara ’whop-whop’ (akibat kibasan baling-baling) yang khas," tutur Sweetman.

Salah satu saksi di Abbottabad, yang diwawancara ABC News, mengaku, ia sama sekali tak mendengar suara helikopter-helikopter itu mendekat. Suara helikopter baru terdengar setelah berada tepat di atas kepala. Penggunaan helikopter berteknologi siluman menjelaskan bagaimana pasukan AS bisa masuk jauh hingga pedalaman wilayah Pakistan dan kemudian keluar ke Afganistan tanpa terdeteksi sistem radar pertahanan udara negara itu.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Pakistan Salman Bashir mengaku, Angkatan Udara Pakistan menerbangkan dua pesawat F-16 sekitar 35 menit setelah mendeteksi aktivitas asing di wilayah udaranya. Namun, terbukti pesawat-pesawat tersebut tak berhasil menemukan helikopter-helikopter AS.
Pemakaian helikopter yang sangat rahasia itu menunjukkan bagaimana AS memandang misi ini sangat penting dan sensitif. Meski demikian, terungkapnya proyek helikopter siluman ini mengejutkan para pengamat penerbangan.

AS pernah mengembangkan helikopter berteknologi siluman RAH-66 Comanche pada pertengahan 1990-an. Namun, proyek ini dibatalkan pada 2004 karena biayanya yang terlalu tinggi.
Departemen Pertahanan AS waktu itu berjanji akan menerapkan teknologi Comanche untuk melengkapi armada helikopter yang sudah mereka miliki.

Hingga saat ini tak ada konfirmasi resmi dari pejabat AS tentang helikopter misterius di Abbottabad itu. (Reuters/AFP/ABCNEWS.GO.COM/AVIATIONWEEK.COM/DHF)
8:34 PM | 0 comments | Read More

Laut Arab Utara, Tempat Osama Bin Laden Dikuburkan

Setelah jenazah Osama dimandikan dan dikafani dengan tatacara Islam, dari atas geladak kapal induk USS Carl Vison jenazah itu dikuburkan di laut Arab bagian Utara pada hari Senin (03/04).

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat  mengatakan,  “hak almarhum Osama sebagai orang beragama telah diberikan dari geladak kapal induk USS Carl Vison di laut Arab bagian utara.”

Ia menambahkan, prosesi pemakaman itu dilakukan pada pukul 1:10 a.m. EST (05-10 GMT) dan selelasi pada 2 a.m. EST.

Dalam prosesi itu, layaknya jenazah seorang pada muslim umumnya, prosedur-prosedur tradisional untuk pemakaman Islam diikuti. "Tubuh almarhum dimandikan dan kemudian ditempatkan di kain putih. Kemudian jenazah tersebut dimasukkan kedalam sebuah tas mayat,” ungkapnya.

Sebelum jenazah itu dikuburkan dilaut, pejabat militer membaca catatan-catatan hidupnya, yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh pembaca biografi tersebut. Yang kemudian dilanjutkan dengan mengikat bagian atas jenazah tersebut bertanda jenazah telah siap, kemudian tubuh itu di kuburkan kelaut Arab.

Laut adalah pilihan yang sekiranya tepat untuk tempat peristirahatan Osama Bin Laden. Dengan itu, maka orang lain atau pengikutnya tidak bisa berziarah. Sebelumnya, Arab Saudi selaku negara asal Osama, telah menolak untuk mengambil jenazah warga negaranya tersebut.

Berdasarkan tata cara Islam, apabila seseorang meninggal maka jenazahnya harus dikuburkan dalam waktu 24 jam. Jenazah dikuburkan dengan posisi kepala menghadap kiblat (Kabah-Mekah).

Sebenarnya, pemakaman dilaut dapat dizinkan jika ada resiko mayat tersebut digali kembali dan dimutilasi.

Numun, dengan dikuburnya Osama di laut hal itu telah membuat sebagian ulama Islam mengecam dan menyebut tindakan tersebut merupakan pelanggaran tradisi Islam dan menghilangkan harga diri yang akan memancing reaksi muslim sedunia.

Sekedar menambahkan, jenazah Osama Bin Laden dipastikan setelah pemerintah AS melakukan pengujian sampel DNA.
sakalanews
8:40 PM | 0 comments | Read More

Mayat Osama Bin Laden Dibuang ke Laut

DedagNews - Jasad Osama bin Laden akan dibuang ke laut. Demikian dilaporkan CNN, Senin (2/5). Sebelumnya fungsionaris Amerika mengabarkan mayat Bin Laden akan dimakamkan secara Islam.

Otoritas Amerika Serikat dan Pakistan belum mau mempublikasikan gambar-gambar jasad Bin Laden ke media. Namun media di Pakistan sudah berhasil menunjukkan beberapa foto wajah Osama yang bersimbuhan darah.

Teroris yang paling dicari di dunia yakni Osama bin Laden tewas dalam operasi pencarian yang dilancarkan pasukan Pakistan. Demikian disampiakan saluran TV Urdu Pakistan Geo News yang mengutip para pejabat intelijen Pakistan.

Osama tewas setelah sebuah helikopter militer Pakistan ditembak jatuh pada Senin (2/5) di Abbotabad, satu kota pegunungan yang terletak sekitar 60 kilometer di utara ibu kota Pakistan Islamabad.

Sekitar pukul 01:20 waktu setempat, sebuah helikopter Pakistan ditembak jatuh oleh orang-orang tak dikenal di daerah Sikandarabad, Abbotabad. Pasukan Pakistan kemudian melancarkan satu operasi pencarian di daerah terdekatnya dan berhadapan dengan satu kelompok orang bersenjata tak dikenal.

Suatu baku tembak kemudian terjadi antara kedua pihak. Ketika baku tembak berakhir, pasukan Pakistan menahan beberapa wanita dan anak-anak Arab di samping beberapa orang bersenjata lainnya yang kemudian mengaku kepada pasukan Pakistan, bahwa mereka bersama Osama bin Laden pada saat terjadi baku tembak dan Osama tewas dalam satu tembakan.

Media lokal melaporkan bahwa setelah jenazah Osama bin Laden ditemukan, dua helikopter Amerika terbang ke tempat itu dan membawa pergi jenazah pemimpin Al Qaida itu.

Laporan awal mengatakan bahwa sedikitnya seorang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam kecelakaan helikopter yang jatuh itu. Setidaknya dua rumah ditelan oleh api yang besar disebabkan oleh kecelakaan helikopter tersebut. Tim penyelamat bergegas ke tempat itu setelah kecelakaan tersebut dilaporkan dan angkatan bersenjata mengepung daerah itu dan melancarkan operasi pencarian di sana.

Sumber Xinhua mengatakan, mereka mencoba untuk memasuki daerah tersebut setelah insiden berlangsung, namun tidak ada orang-orang media yang diizinkan masuk. "Tidak ada yang tahu dalam kecelakaan helikopter itu bahwa Osama bin Laden terbunuh," kata sumber itu.
skalanews.
6:41 PM | 0 comments | Read More

Beginilah Osama Diburu dan Dibunuh

Sebanyak 20-25 pasukan khusus Navy Seals terlibat dalam operasi itu.

DedagNews - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, memastikan bahwa Osama bin Laden telah tewas di Pakistan. Namun, Obama tidak secara rinci mengungkapkan bagaimana pemimpin jaringan teroris al-Qaeda itu bisa dibunuh, selain hanya menyatakan bahwa dia tewas dalam suatu baku tembak dengan pasukan khusus AS, yang dilancarkan pekan lalu.

Kalangan media massa AS, dengan menggunakan sumber-sumber anonim di intelijen dan pemerintah, memberi gambaran bagaimana Osama bisa dilacak dan tewas setelah menjadi orang buruan dalam sepuluh tahun terakhir.

Menurut stasiun berita MSNBC, semua itu bermula dari nama seorang kurir Osama. Sumber di kantor kepresidenan AS (Gedung Putih) Senin dini hari mengungkapkan bahwa perburuan atas Osama sudah dimulai sejak Tragedi 11 September 2001 (9/11), peristiwa yang mengangkat nama Osama dan jaringan al-Qaeda ke sorotan dunia.

Perburuan itu akhirnya berujung pada akhir tahun lalu, saat tim intelijen mendeteksi suatu kamp di Pakistan.

"Dari awal kami mendeteksi bin Laden sebagai ancaman, AS kemudian mengumpulkan informasi mengenai orang-orang di lingkaran bin Laden, termasuk para kurir pribadinya," kata seorang pejabat senior Gedung Putih, yang memberi informasi latar belakang kepada kalangan pers, yang dikutip MSNBC.
Pada 2007, intelijen AS akhirnya mendapat nama asli kurir itu. Dua tahun kemudian, seperti yang diutarakan MSNBC, tim intelijen AS menandai sejumlah wilayah di Pakistan, tempat operasi si kurir dan saudara kandungnya. "Mereka sangat hati-hati, ini yang membuat kami yakin bahwa kami sudah berada di jalur yang benar," ujar sumber itu.

Pada Agustus 2010, intelijen AS menemukan "rumah mereka di Abbottabad," suatu wilayah yang terpencil. Menurut stasiun berita ABC News, Abbottabad adalah kota berpenduduk 90.000 jiwa, yang terletak di Lembah Orash. Jaraknya sekitar 64 km dari sebelah utara ibukota Pakistan, Islamabad.
Operasi memburu Osama berjalan lancar, kecuali saat terjadi masalah mekanik dengan sebuah helikopter AS. Menurut sumber untuk stasiun berita ABC News, pasukan khusus Angkatan Laut AS, Navy Seals, terlibat dalam operasi memburu Osama. Dua helikopter AS bergerak ke kompleks itu pada Minggu dini hari, 1 Mei 2011, sekitar pukul 1.30 hingga 2 waktu setempat. 

Sebanyak 20-25 pasukan khusus Navy Seals itu di bawah kendali Komando Bersama Operasi Khusus. Bekerjasama dengan agen intelijen CIA, mereka menyerbu masuk kamp itu. Baku tembak antara pasukan AS dan Osama serta para pengikutnya tidak terhindarkan.

"Operasi ini dilakukan tim kecil yang dirancang untuk meminimalisir kerusakan yang luas. Tim kami sudah berada di sekitar kamp itu selama tidak sampai 40 menit dan tidak menjumpai pihak berwenang lokal," tutur sumber itu.

Osama kemungkinan turut serta dalam baku tembak itu. "Bin Laden terbunuh dalam kontak senjata saat tim kami masuk ke kamp," demikian ungkap pejabat AS itu.

Apakah Osama sempat menembak, tanya wartawan. "Dia melakukan perlawanan atas pasukan kami dan dia tewas dalam baku tembak," demikian keterangan pejabat itu. Dia setidaknya mengalami satu luka tembak di bagian kepala. Tidak disebutkan, berapa luka tembak yang menewaskan Osama bin Laden.

Dalam baku tembak itu, empat pria dewasa tewas. Mereka adalah Osama, putranya, dan dua kurir. Seorang perempuan dewasa pun tewas, diduga dijadikan tameng hidup. Beberapa perempuan lainnya cedera. Namun, nama-nama mereka tidak diungkapkan. 

Pasukan khusus itu lalu membawa mayat Osama untuk diperiksa dan kemudian yakin bahwa itu adalah gembong teroris yang selama ini menjadi buruan AS dan sekutu-sekutunya.
VIVAnews
4:20 AM | 0 comments | Read More

Ahli Teroris: Akan Ada Osama yang Lain

Al-Qaeda bukanlah kelompok kecil yang bisa runtuh hanya dengan kematian Osama.
DedagNews - Kematian Osama bin Laden di tangan pasukan khusus Amerika Serikat di Pakistan tidak lantas membuat dunia jadi lebih aman. Akan ada Osama-osama yang lain yang akan meneruskan teror Al-Qaeda di seluruh dunia.

Pernyataan ini disampaikan ahli terorisme global dari Universitas Monash, Australia, Greg Barton. Dilansir dari laman Brisbane Times, Senin, 2 Mei 2011, Barton mengatakan Al-Qaeda bukanlah kelompok kecil yang bisa runtuh hanya dengan kematian Osama.

"Al-Qaeda telah menjadi sebuah organisasi yang berada di seluruh dunia berdasarkan letak geografis, jadi kematian Osama tidak akan merubah hal itu."

Al-Qaeda, ujarnya, memiliki banyak pemimpin yang lebih mumpuni dibandingkan Osama. Barton menjelaskan, posisi Osama akan segera digantikan orang lain, dan akan begitu seterusnya sampai entah kapan.

"Akan ada yang menggantikan posisinya. Osama bukanlah seorang intelektual atau seorang penulis hebat, Dia hanyalah seorang pemimpin karismatik di antara yang lainnya. Dia terkenal karena telah berhasil kabur dan bersembunyi sekian lama," ujar Barton.

Karisma yang dimiliki Osama, ujarnya, tidak banyak dimiliki oleh pemimpin dan intelektual lainnya. Namun, Barton yakin posisi Osama akan dengan mudah digantikan, dan pergerakan Al-Qaeda tidak lantas akan berakhir dengan kematian satu orang.

Barton juga memperingatkan AS dan para sekutunya akan popularitas Osama yang akan menanjak jika mereka tidak berhati-hati dalam pemberitaan. "Saya kira dia (Presiden Barack Obama) akan mengambil langkah yang hati-hati dan terukur, jika tidak ini malah akan menjadi senjata makan tuan," ujar Barton.

"Bagi banyak orang, Osama adalah seorang martir, jadi jika AS menyampaikan pernyataan yang menghujat Osama atau menjelek-jelekannya seakan-akan dia iblis, hal ini hanya akan menambah popularitas Osama di antara para pendukungnya," lanjut Barton lagi.

Osama dilaporkan tewas pekan lalu di luar kota Islamabad, Pakistan pada operasi gabungan antara tentara AS dengan pasukan Pakistan. Saat ini, jasad Osama sudah berada di pihak keamanan AS.

Hasil tes DNA telah terkonfirmasi bahwa jasad itu adalah milik Osama bin Laden. Menyusul kepastian tersebut, Presiden AS Barack Obama menggelar keterangan pers mendadak di Gedung Putih, jelang tengah malam.
VIVAnews
3:23 AM | 0 comments | Read More

George W Bush: Osama Tewas Ditembak

DedagNews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan bahwa Osama bin Laden telah tewas di tangan operasi gabungan di Pakistan. Obama juga menyampaikan kabar gembira bagi warga AS ini kepada mantan Presiden AS, George W Bush.

"Sore ini, Presiden Obama menelepon saya menginformasikan bahwa tentara AS telah membunuh Osama bin Laden, pemimpin jaringan al-Qaeda yang menyerang AS pada 11 September 2001," ujar Bush dalam pernyataannya.

Bush merupakan tokoh yang sejak dulu mengejar Osama bin Laden pasca runtuhnya gedung WTC di New York. Sejak penyerangan itu, Bush mengumumkan bahwa AS melakukan perang terhadap teror.

Negara pertama yang diserang AS dalam upaya pemberantasan teror adalah Afghanistan. Pemerintahan Taliban di Afghanistan diduga mendukung gerakan al-Qaeda. Mengetahui Osama telah tewas, Bush menyatakan kegembiraannya.

"Saya memberinya [Obama] selamat dan juga kepada anggota militer dan intelijen kita yang telah mencurahkan seluruh hidupnya dalam misi ini," ujarnya.

"Mereka layak mendapatkan penghormatan terbesar kami. Momen pencapaian ini menandakan kemenangan Amerika, kemenangan seluruh rakyat yang menginginkan perdamaian di seluruh dunia, dan kemenangan mereka yang kehilangan orang-orang tercinta pada 11 September 2001." lanjutnya.

Bush mengatakan bahwa perjuangan AS dalam memberantas terorisme masih jauh dari selesai. Dia mengatakan bahwa perjuangan ini akan terus berlanjut hingga semua teror dapat ditumpas.

"Namun, malam ini Amerika telah mengirimkan pesan yang tidak dapat disangkal lagi: Tidak peduli akan memakan waktu berapa lama, keadilan akan tetap ditegakkan," ujar Bush.
VIVAnews
3:12 AM | 0 comments | Read More

Osama Tewas, AS Peringatkan Warganya

DedagNews - Amerika Serikat segera mengumumkan peringatan berkunjung (travel alert) bagi warganya di seluruh penjuru dunia sesaat setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan kematian pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden.



Dilansir dari Associated Press, Senin 2 Mei 2011, Departemen Luar Negeri AS telah mengirim surat peringatan ini ke seluruh kedutaan negara tersebut di berbagai negara untuk mengantisipasi munculnya kekerasan dan anti-amerika setelah tewasnya Osama dalam satu misi khusus militer AS.

Dalam suratnya, Departemen Luar Negeri AS mengimbau warganya membatasi perjalanan ke luar rumah atau hotel yang mereka tempati mengingat situasi yang tidak stabil.

Selain itu, warga AS di seluruh penjuru dunia juga diingatkan untuk menghindari pertemuan massa dan aksi demonstasi.

Dalam surat juga disebutkan bahwa kedutaan AS akan terus memberi pelayanan sejauh ada jaminan keamanan. Meski demikian, kedutaan dan konsulat bisa saja ditutup sementara waktu dan menunda pelayanan publik, tergantung situasi dan kondisi.
VIVAnews
1:59 AM | 0 comments | Read More

Tweep Laporkan Penyergapan Rahasia Bin Laden

DedagNews - Tanpa mengetahui apa yang tengah terjadi salah seorang pengguna Twitter bernama Sohaib Athar ternyata melaporkan kejadian langsung operasi militer yang dilakukan pasukan khusus AS saat menyergap Osama Bin Laden.

Seperti dilansir oleh lewat situs Mashable, Athar dengan nama akun @ReallyVirtual, melaporkan kejadian aneh yang terjadi di Abbottabad, kota tempat Bin Laden bersembunyi.

"Helikopter terbang di atas Abbottabad pada jam 1 AM (adalah kejadian jarang)," tweet Athar di Twitter. Athar tak sadar, bahwa saat itu tengah berjalan sebuah operasi super rahasia untuk membunuh tokoh internasional yang paling dicari. Dan kejadian itu sebenarnya berlanjut hingga sembilan jam kemudian.
Athar yang berprofesi sebagai konsultan teknologi informatika di Abbottabad Pakistan, kemudian melaporkan bahwa salah satu heli yang terbang, terjatuh dan sepertinya bukan sebuah heli milik pemerintah Pakistan.
Satu heli memang jatuh tertembak, dan menurut koresponden CBS David Martin, pasukan khusus AS memang menyergap ke markas Osama menggunakan helikopter BlackHawk. Awalnya Athar mengira, ia berjarak 2-3 km dari lokasi kontak senjata.

Selanjutnya Athar juga melaporkan bahwa beberapa jalur lalu lintas di tempat itu ditutup dan tentara telah menutup tempat jatuhnya helikopter.

Setelah mengetahui berita tentang tewasnya Bin Laden, kemudian Athar baru sadar. "O-o, saya baru tahu bahwa saya orang yang melaporkan langsung penyerangan Osama tanpa tahu sebelumnya," kata dia.
Menurut dia, pengguna Twitter di Abbottabad memang tak banyak dan lebih banyak yang menggunakan Facebook. "Saya hanya pengguna Twitter yang kebetulan bangun pada saat kejadian," ujarnya merendah.
vivanews
1:50 AM | 0 comments | Read More