Welcome Guys

Showing posts with label dedag. Show all posts
Showing posts with label dedag. Show all posts

Anekdot Demokrasi

Cecep bertanya kepada Bapaknya arti dari Demokrasi. Bapaknya kemudian menjelaskan bahwa Demokrasi itu bisa diibaratkan dalam Rumah Tangga. Bapak bertindak sbg kaum Kapitalis yg mencari nafkah, Ibu sbg Pemerintah yg mengelola hasil, Cecep sbg rakyat, adiknya sbg masa Depan yg perlu diperhatikkan dan pembantu sbg pekerja.

Suatu ketika Cecep pulang Kerumah dan mendapati adiknya sedang buang air besar dilantai. Dilihatnya Ibunya sedang tidur lelap. Cecep kemudian kekamar pembantunya untuk minta tolong. Tetapi ternyata Ia mendapati Bapaknya sedang tidur bersama Pembantunya itu.

Cecep lalu mengatakan kepada Sang Bapak:
“Pak! sekarang saya sudah tau arti Demokrasi, yaitu kaum Kapitalis “menekan” para pekerja, pemerintah tertidur lelap, rakyat tidak berani membangunkan, hanya bisa melihat masa depan yang penuh dengan kekotoran…”
ceritalucu.org
2:04 AM | 0 comments | Read More

Inilah Demokrasi

  1. Demokrasi bukan tujuan negara, dia adalah sebuah cara untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat.
  2. Hakikat utama Demokrasi adalah menjembatani komunikasi afektif Pemerintah-Rakyat, Rakyat-Pemerintah.
  3. Demokrasi tidak melihat kebebasan sebagai Tuhan, dia melihat rakyat sebagai Tuhan.
  4. Menurut Plato, Demokrasi adalah sistem pemerintahan terburuk dalam sejarah umat manusia.
  5. Demokrasi adalah sebuah sistem, yang mana terdiri dari banyak data.
  6. “Data” dalam demokrasi tidak harus identik satu sama lain, negara dengan negara lain.
  7. Tidak setiap bangsa/negara mempunyai “data” demokrasi yang sama persis dengan data negara lain.
  8. Karena itu, Negara “I” tidak perlu mencontek data Demokrasi dari negara “A”.
  9. Demokrasi tidak identik dengan partai yang banyak.
  10. Sebagai negara yang baru dalam Demokrasi, Indonesia pernah mempunyai 42 Partai politik
  11. Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, AS hanya mempunyai 2 partai politik.
  12. Demokrasi dan Monarki dapat hidup berdampingan, seperti yang dibuktikan oleh bangsa Inggris Itu karena Demokrasi bukan sistem pemerintahan yang “memaksa”, tapi merupakan sistem yang toleran.
  13. Maka dari itu, kekerasan atas nama Demokrasi tidak dapat dibenarkan.
  14. Dalam demokrasi, semua orang berpeluang menjadi pemimpin dan memiliki hak yang sama.
  15. Namun bagaimanapun, demokrasi berpeluang besar menjadi mobokrasi.
  16. Mobokrasi: sistem pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang tidak berilmu.
  17. Mobokrasi berpeluang besar menjadi komunisme dan fasisme.
  18. Tidak semua negara sukses berawal dari sistem demokrasi yang sempurna.
  19. Monako, Vatikan, Luksemburg, Singapura, Kuwait adalah negara-negara yang 99% penduduknya kaya/mampu namun tidak menerapkan demokrasi.
  20. Kerajaan Yunani kuno tumbang karena menerapkan sistem demokrasi.
  21. Kerajaan Romawi kuno meraih masa keemasan dalam sistem monarki, diperintah oleh seorang kaisar.
  22. Begitupun halnya dengan kekaisaran Cina dibawah pimpinan Shi Huang Ti dengan sistem monarki absolutnya.
sumber
12:41 AM | 0 comments | Read More

Terbit Partai Nasdem, Golkar Tak Gentar

Dengan tergesa-gesa Paijo berlari-lari menemui Sastro yang saat itu sedang duduk-duduk di dipan (bangku dari bambu-red). Dengan setengah heran Satropun bertanya pada paijo: "Ada apa dengan kamu ini Jo..?? kenapa lari-lari..??. "Waduh bahaya kang.." kata si Paijo masih sambil  ngos-ngosan. "Bahaya Kenapa..?? Ada apa..??" tanya si Sastro sambil berusaha untuk berdiri dari tempat duduknya.
"Sekarang atur nafasmu disik, terus nembe cerito.., ono opo..?" tanyanya lagi sambil megangin pundak Paijo.

Setelah Paijo tenang.., baru dia bercerita pada Satro tentang apa yg dialaminya. " Begini kang.." katanya sambil benahin posisi duduknya.
"ternyata dengan munculnya NASDEM (partai Nasional Demokrat) tidak membuat partai-partai besar seperti Golkar ketakutan. Bahkan Bang Ical udah mempunyai strategi khusus dalam mengantisipasi pengaruh Nasdem yg semakin dapat tempat di masyarakat. Lha kalo kayak gini jadinyakan bakal memunculkan paradigma baru bahwa Pejabat semakin tidak lagi mementingkan kepentingan rakyat, mereka lebih mementingkan Partai dan strateginya dalam menghadapi pengaruh partai lain. Bener ora kang..??"

"Ooooo..masalah itu to yang tadi sampai membuatmu larai-larian udah kayak kerbau lepas dari kandang..??"  kata Satro sambil ngledekin.

"Begini lho Jo.." lanjutnya.., "Msalah rebutan kekuasaan sebuah partai itu udah lumrah dan tidak asing lagi di negeri ini. Orang yang berkecimpung di ranah politik akan menganggap partai itu sebagai sebuah jalan yang mulus utk mengukuhkan eksistensinya".

"Waahh...ngerti kata eksiststensi barang kowe kang..?" Potong si Paijo.

"Lha iyo no.., orang aslinya aku ini intelektualis kok". Jawab Sastro sambil tertawa. Dan merekapun tertawa bareng.

"Dilajutne ora iki..??" kata si Sastro ditengah-tengah tawa mereka.

"Lha iyo.., trs piye kang..? ujar si paijo.

"Makanya itu sekarang lagi musim koalisi, supaya partai-partai yang ada dalam koalisi tersebut bisa mendapatkaan kedudukan yang hebat". Sastro menjelaskan.

"terus knapa kok tidak koalisi ama rakyat saja yo kang..?? tanya paijo.

"Rakyat itukan cuma sebagai alat doang, rakyat iku ibaratnya kayak tiangnya partai ngono lho.." kata sastro.

"Jangankan cuma koalisi, lawong pindah-pindah partai aja gampang banget kok.., ora duwe idealis" tambahnya.

"Oooo..gitu ya kang?? apa yang dinamakan kutu loncat iku yo kang.?? tanya si paijo.

"Yen politisi menamakannya kutu loncat, tapi yen menurutku itu bukan kutu loncat.." kata sastro.

"Lha terus opo namanya kang..?" tanya paijo dengan penuh penasaran.

"Itu namanya Politisi Cekibar alias Politisi Cicak Terbang".  Jawab sastro yang kontan saja membuat Paijo tertawa lebar.
11:04 AM | 0 comments | Read More